Pentingnya Pendaftaran Merek bagi Pengusaha UMKM

posted on 14 Apr 2015 09:55 by pakarbisnisblog
Sandaran Merek di Indonesia diatur di dalam Undang-Undang No 15 Tahun 2001. Didalam Undang-Undang Merek pada perkara 1 ayat (1) dijelaskan bahwa titel adalah tanda secara berupa gambar, pamor, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, / kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang punya daya pembeda dan digunakan dalam kesabaran perdagangan barang ataupun jasa.

Didalam undang-undang merek, merek dibedakan menjadi dua tingkah yaitu merek kulak dan merek servis. Adapun pengertian ke-2 jenis merek ini adalah:



1. Titel Dagang

pendaftaran merek adalah Merek dengan digunakan pada produk yang diperdagangkan sambil seseorang atau banyak orang secara bersama-sama atau badan hukum guna membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

2. Merek Jasa

Segel Jasa adalah Titel yang digunakan saat jasa yang diperdagangkan oleh seseorang / beberapa orang secara bersama-sama atau badan pedoman untuk membedakan secara jasa-jasa sejenis yang lain.

Pada pasal 3 Undang-Undang Merek disebutkan bahwa Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang dikasih oleh Negara mendapatkan pemilik Merek yang terdaftar dalam Ruang Umum Merek buat jangka waktu tertentu secara menggunakan sendiri Sebutan tersebut atau menyampaikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Didalam pasal itu dijelaskan bahwa Sistem pendaftaran Merek secara dipakai di Indonesia adalah sistem konstitutif (aktif) sehingga pemilik merek terdaftar adalah sebagai pemegang hak merek (Hadi P, 2013). Sistem konstitutif dikenal dengan madah sistem “First to File” (Evelina S, 2013). Didalam komposisi konstitutif pendaftaran sebutan merupakan sebuah klaim agar pemilik merek dapat memperoleh hak atas mereknya. Dalam sistem ini negara Indonesia pasti dengan menjamin perlindungan merek yang telah terdaftar dalam daftar umum sebutan. Sistem konstitutif berikut pada dasarnya akan mengocok setiap pemilik bisnis agar secara berperan mendaftarkan merek kulak dan jasanya ke Kantor HKI. Oleh karena itu, kesadaran untuk mendaftarkan merek para juragan Indonesia khususnya tokoh usaha UMKM kudu terus menerus disosialisasikan. Taktik ini penting semoga kiranya para pencedok merek bisa menyembunyikan mereknya dari pembajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan pemilik merek pun bisa memperbanyak mereknya sehingga bisa memperluas pasar bagus pasar dalam negeri sekalipun pasar luar zona.

Selama ini, karet pengusaha UMKM bertambah mementingkan berjualan terlebih dahulu dari di mendaftarkan merek kurang lebih dan jasanya. Berdasarkan data, saat ini segar sekitar 25% atas 30 ribu UMKM yang ada pada Kota Bandung yang sudah mendaftarkan Hak Simpanan Intelektual (HKI). Nilai tersebut tergolong tetap rendah. Padahal, pendaftaran perlindungan HKI pada bidang merek sangatlah penting (Tris Bintoro, 2013).

Masih rendahnya kesadaran para juragan UMKM untuk menyarungkan merek dagang serta jasanya ini sangat disayangkan sekali, karena pada akhirnya produk-produk usaha UMKM itu seringkali dijual tanpa merek dan produknya diperjual belikan tambah dengan menggunakan sebutan dagang dan jasa pihak ke tiga. Hal ini tepat sangat merugikan bagi para pengusaha UMKM itu sendiri sebab mereka tidak meraih nilai tambah dari produk dan ladenan yang mereka perjual belikan.

Comment

Comment:

Tweet

Everything is very open with a very clear description of the issues. It was definitely informative. Your site is useful. Thank you for sharing!

#1 By Everything is very open with a very clear description of the issues. It was definitely informative. Your site is useful. Thank you for sharing! (23.95.244.153|23.95.244.153) on 2015-05-25 07:33